pengobatan menurut Islam

Manusia tidak lepas dari yang namanya sakit. Karena sakit adalah sebuah karunia Allah yang diberikan atas normalnya kita sebagai manusia. Adakah manusia yang tidak sakit? Tidak. Sakit bisa menjadi penggugur dosa saat kita sabar dan tawakkal dalam menghadapinya. Tawakkal disini adalah kita mengobati sakit yang diderita. Meski yang namanya sakit itu tidak ada yang enak ataupun nyaman. Penyakit flu pun terkadang begitu memberatkan saat kita tidak mensyukuri dan tawakkal untuk penyembuhannya.

Pengobatan di dunia terbagi 2 versi, pengobatan secara barat (kimia, obat) dan pengobatan secara timur (Islam). Yang akan saya bahas kali ini adalah pengobatan menurut Islam.

Pengobatan secara Islam ada beberapa  cara :

  • Dengan obat-obatan Thabi’iyyah.

Cara ini terbagi-bagi lagi dengan rinci :

* Pengobatan dengan bahan alami

madu, jintan hitam (habbatussauda’), minyak zaitun, air zam-zam, talbinah (air rebusan gandum), pemanfaatan rerumputan, akar–akaran, kayu, dedaunan, batuan, dan jenis mineral tertentu sebagai ramuan pengobatan

images (3)

* Pengobatan dengan cara terapi

hijamah (bekam) , khitan, gurah (sannuq), al-fashdu (pengeluaran darah melalui vena), mencukur rambut, muntah, mandi, pijat (massage), kay dan sebagainya

images (2)

  • Pengobatan Ilahiyah

Rasulullah menjelaskan pengobatan ini dengan cara ruqyah untuk menyembuhkan sihir, penyakit mata karena hasad, penyakit karena digigit ular, disengat kalajengking dengan cara membaca doa-doa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah, Pengobatan dengan ritual ibadah. yang merupakan unsur terpenting adalah niat dan penyandaran pengobatan itu adalah dengan mentauhidkan Allah, bersih dari unsur kesyirikan, tahayul, dan khurafat. Hal ini karena keyakinan seorang muslim hanya Allah-lah asy-Syaafi, sebagai Dzat yang Maha Menyembuhkan. Selain itu, Allah jugalah yang menurunkan penyakit serta menurunkan obatnya

misalnya: wudhu, ruqyah syar’iyyah, doa, dzikir, muhasabah, taubat, dan pengobatan jiwa lainnya.

ruqyah

  • Dengan penggabungan keduanya

Rasulullah `  mengobati orang yang tersengat kalajengking dengan campuran air dan garam yang diletakkan di tempat sengatan kemudian beliau membaca surat Al-Ikhlash dan Al-Falaq serta An-Naas (HR. Ibnu Abi Syaibah). Dalam hadits ini Rasulullah ` menggabungkan dua jenis pengobatan, yaitu Thabi’i dan Ilahi.

[Lihat Ath-Thibbun Nabawi hal.186]

hukum berobat menurut para ulama madzhab terbagi menjadi wajib, mustahab, mubah, makruh, dan haram. Masing-masing hukum ini peletakannya terkait dengan sebab dan tujuan seseorang berobat. Keberadaan berobat kadang hukumnya dapat dikategorikan mubah, mustahab, atau bahkan bisa wajib atau mubah saja, atau justru dihukumi haram, bila seseorang berobat dengan cara-cara atau mengandung bahan-bahan yang tidak sesuai syariat Islam.

Dalil anjuran melakukan pengobatan dengan cara Islam

Di antara nama-nama Allah adalah Asy Syaafii (الشَّافِي ). Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan : “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya.  Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

 “ Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”  (HR Bukhari 535 dan Muslim 2191).

Dalam hadits yang lain dari Abdul Aziz bin Shahib, beliau mengatakan : Aku dan Tsabit datang menemui Anas bin Malik , kemudian Tsabit berkata : “ Wahai Abu Hamzah (kunyah dari Anas bin Malik), aku tersengat binatang. Anas mengatakan : “ Maukah kamu saya bacakan ruqyah dengan ruqyah yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Tsabit berkata : “Tentu”. Kemudian Anas bin Malik membaca doa :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ, مذْهِبِ الْبَأْس, اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“ Ya Allah, Rabb manusia Yang Menghilangkan kesusahan, berilah kesembuhan, Engkaulah Zat Yang Maha Menyembuhkan.  Tidak ada yang mampu menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari 541).

semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin

referensi :

http://muslim.or.id/aqidah/asy-syaafii-zat-yang-maha-menyembuhkan.html#

http://majalahmuslimsehat.com/mengenal-pengobatan-cara-nabi-2/

http://jabar.muhammadiyah.or.id/artikel-pengobatan-alternatif-dalam-islam-ruqiyah-tamaim-dan-tawlah–detail-126.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s